Home - Blog - WordPress 5 Kok Begini ?

WordPress 5 Kok Begini ?

WordPress 5 Kok Begini ? Sudah beberapa tahun terakhir menggunakan wordpress sebagai mesin blog saya ini. Dan saya sangat menyukainnya. Alasannya saya menggunakan wordpress ini karena sifatnya yang premium. Berbeda dengan blogger milik Google yang mana apabila melanggar ketentuan bisa di delete. Namun jika menggunakan WordPress (Self Hosting) maka kita akan aman, karena data blog kita yang memiliki 100%.

Selain itu WordPress lebih unggul dalam SEO (Search Engine Optimization) yang mana kita bisa mengatur URL, Image, keyword dan lain sebagainya. Tentu hal ini sangat dibutuhkan oleh seorang blogger. Namun tetap jangan anggap remeh blogger.com dari google, jika benar-benar paham bagaimana mengolah sebuah mesin (Blogspot dan WordPress) sama-sama bisa unggul, tergantung siapa yang pegang.
 
Wordpress 5 Kok Begini ?

WordPress 5 Kok Begini ?

 

 

Beberapa hari yang lalu ada peringatan update sistem CMS WordPress yang mana akan diupdate menjadi WordPress Veris 5.1 namun tetap saja saya abaikan. Toh menurut saya kurang penting. Namun lambat laun saya kurang nyaman dengan tulisan sistem minta update. Akhirnya saya update menjadi WordPress Versi 5.1

Setelah update saya tidak langsung membuka apa yang baru, karena sibuk dunia nyata. Dan setelah menulis artikel di mode offline saya dan kemudian saya posting di WordPress kok ada yang beda.

Yang beda adalah pada text editor walaupun ada yang beda lainnya. Namun yang saya fokuskan disini adalah masalah teks editor yang mana belum familiar. Berbeda jauh dengan pengolah teks yang lama atau klasik.

Setelah saya browsing akhirnya menemukan bahwa teks editor atau pengolah kata yang ada di WordPress 5 ini menggunakan Gutenberg. Gutenberg merupakan teks editor yang berbasis blok. Artinya dalam membuat artikel akan dipisah-pisah. Ada title, ada paragrap, ada list, numbering, image, dan sebagainya. Dan semuanya itu berbentuk blok dan dapat pindahkan berdasarkan element pembentuknya. Misalnya satu paragraf pertama bisa dipindahkan ke paragraf akhir dengan cara menyeret blok tersebut.

Apakah penggunaan Gutenberg Editor Text mudah ? Mudah kalau sudah paham. Saya baru beberapa hari menggunakan, dan masih belajar karena berbeda dengan text editor klasik atau biasa.

Baca juga :

Untuk versi WordPress 5 ini ada beberapa perubahan yakni tema defaultnya. Tema default yang sekarnag disarankan yakni twenty nineteen. Namun tidak perlu dibahas disini karena para pembaca Santri Drajat menggunakan tema premium bukan ?

Loading...

About Jun Setyawan

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *