Home » Hardware » Teknologi Penyimpanan SSHD Yang Perlu Kamu Ketahui

Teknologi Penyimpanan SSHD Yang Perlu Kamu Ketahui


Teknologi Penyimpanan SSHD Yang Perlu Kamu Ketahui – Media penyimpanan dari waktu terus berkembang. Dahulu kita mengenal yang namanya disket, Sobat masih inget kan ? Penyimpanan sekitar 3 MB doang, kalau kamu mengenal penyimpanan disket harusnya sudah menikah, eh 😀

Jika sekarang masih menggunakan disket, kira-kira apa yang akan terjadi ya ? Nyimpan 1 lagu saja mungkin tidak cukup. Apalagi foto zaman sekarang, sekali jepret sekitar 2 MB, 2 foto tidak cukup untuk disimpan di disket 😀

Di Blog santri drajat ini beberapa waktu yang lalu sudah kita bahas mengenai media penyimpan yang berupa HDD (Hardisk) dan juga SSD (Solid State Drive). Tetapi ada media penyimpanan yang belum kita bahas di sana yakni SSHD. SSHD merupakan singkatan dari Hardisk Solid State Hybrid.

Baca juga :

Teknologi Penyimpanan SSHD Yang Perlu Kamu Ketahui

Teknologi Penyimpanan SSHD Yang Perlu Kamu Ketahui
SSHD (Hardisk Solid State Hybrid) merupakan perpaduan teknologi antara HDD dan SSD dalam satu perangkat. Artinya kedua teknologi SSD dan HDD disatukan agar hasilnya optimal.

Sedikit saya ingatkan bahwa HDD atau hardisk merupakan teknologi yang sudah lama digunakan. HDD ini berbasis platter (piringan) berputar ketika bekerja atau menyimpan data. Dan juga bentuknya cukup besar untuk ukuran penyimpanan data.

Sedangkan SSD merupakan teknologi penyimpan generasi baru yang berbasiskan flash memory untuk menyimpan data. Karena menggunakan teknologi flash memungkinkan SSD ini bentuknya lebih kecil daripada HDD. Dan HDD memiliki kelemahan ketika digunakan untu perangkat bergerak karena berbasiskan platter atau piringan. Sedangkan kekurangan SSD adalah harganya yang lumayan mahal.

Kedua kekurangan inilah yang akhirnya dicarikan solusi dan munculah SSHD. SSHD memadukan konsep platter (piringan) dan juga flash memory. Dengan adanya SSHD (Hardisk Solid State Hybrid) ini memungkinkan kita untuk menyimpan secara aman dan stabil serta ketahanan ketika menyimpanan lebih baik.

Kesimpulan yang bisa diambil adalah HDD merupakan penyimpan type lama yang ukurannya bentuknya besar, kecepatan baca data standart, tidak tahan goncangan karena berbasiskan platter (piringan). SDD menggunakan teknologi flash memory yang bentuknya relatif kecil, lebih cepat namun harganya lebih mahal. SSHD memadukan antara SSD dan HDD sehingga penyimpan lebih cepat, lebih aman, stabil, serta harganya lebih murah daripada SSD biasa.

About Jun Setyawan

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *