Home - Internet Marketing - Sisi Negatif dan Positif Registrasi SIM Card

Sisi Negatif dan Positif Registrasi SIM Card

Sisi Negatif dan Positif Registrasi SIM Card – Pemerintah Republik Indonesia telah memberikan pemberitahuan kepada masyarakat beberapa bulan yang lalu terkait pendaftaran ulang sim card. Tujuan dari registrasi ulang SIM Card ini adalah agar data benar-benar valid tidak asal-asalan.

Terkadang ada masyarakat yang meremehkan hal ini. Mungkin saja dipikiran masyarakat “Ah buat apa registrasi segala, lah beli aja murah, kok pake ribet” Namun hal itu kurang tepat karena ada banyak manfaat dari registrasi ulang kartu SIM Card ini. Apa saja manfaat yang didapatkan ketika mendaftar ulang kartu SIM Card.

Baca juga : Cara Melaporkan Penipuan Minta Pulsa

Sisi Negatif dan Positif Registrasi SIM Card

Sisi Negatif dan Positif Registrasi SIM Card

Pendataan

Sering kali kita cuek terhadap data yang kita isikan ketika pertama kali menggunakan SIM Card. Padahal itu merupakan hal yang penting. Namun terkadang adakalanya ketika kita membeli SIM Card langsung bisa digunakan tanpa harus registrasi. Agar lebih tertata maka pemerintah membuat peraturan barupa yang mana wajib registrasi ulang SIM Card dengan benar. Dahulu entah tahun kapan, pemerintah pernah membuat peraturan yang mana harus melakukan registrasi dengan menggunakan kode counter / penjual kartu yang sudah terdaftar di pemerintah. Tetapi hal itu kurang efektif dan akhirnya muncul peraturan yang baru ini.

Mudah Dilacak

Dengan adanya registrasi SIM Card ini maka pemerintah bisa mengetahui dengan detail penduduk Indonesia mana memiliki nomor telepon dan tidak. Mungkin kalau zaman dahulu HP sangatlah mahal. Namun sekarang 100 ribu saja kita memiliki HP.

Baca juga : Cara Melacak HP Android Yang Hilang Dengan Mudah

Mencegah Terorisme

Terorisme biasanya dilakukan oleh sekelompok orang. Teroris ini tidaklah berada ditempat yang sama. Mereka bisa saja ditempat yang berbeda. Karena berada ditempat yang berbeda inilah mereka menggunakan alat komunikasi. Dengan adanya registrasi SIM Card ini maka pihak pemerintah mudah melacak keberadaan para teroris yang berkeliaran.

Mencegah Penipuan

“Tolong Isikan pulsa sebesar 20.000, saya sedang di…. “ Pernah mendapat SMS seperti itu ? Semoga dengan adanya registrasi ulang SIM Card tidak ada lagi SMS penipuan. Karena dengan adanya registrasi para penipu yang menggunakan SMS akan ciut nyalinya karena data mereka mudah dilacak.

Kekurangan Pendaftaran Ulang SIM Card

Ribet Bagi Orang Awam

Jangan sampai salah registrasi ulang SIM Card. Karena saya sendiri sudah mengalaminya. Saya gagal 5x memasukkan nomor NIK dan Nomor KK. Solusinya apabila sudah salah registrasi sebanyak 5 kali maka harus registrasi ke kantor layanan yang bersangkutan. Atau bisa juga dengan cara registrasi ulang di website operator yang bersangkutan. Kebetulan saya registrasi ulang di website operator dan akhirnya berhasil.

Tidak Ada Kartu Internet Murah

Setiap 1 NIK memiliki batas maksimal kepemilikan kartu SIM Card. Kalau tidak salah maksimal 3 SIM Card untuk 1 Operator. Misalnya saja sobat Santri Drajat menggunakan telkomsel maka batas maksimal memiliki kartu telkomsel adalah 3 SIM Card Telkomsel.

Baca juga : Trik Ampuh Menghemat Kuota di Laptop

Hal ini akan membuat mereka yang biasanya menjual kartu internet kebingungan karena memiliki batas kepemilikan ini. Bayangkan saja, biasanya mereka menjual puluhan SIM Card setiap hari lalu bagaimana dengan peraturan yang baru ini. Atau mungkin sudah menemukan trik baru agar tetap bisa berjualan SIM Card yang digunakan untuk internet.

 

Bagi sobat santri drajat yang belum melakukan registrasi sebaiknya segera melakukan registrasi karena dikhawatirkan akan segera diblokir apabila tidak didaftarkan. Gratis saja masak tidak mau registrasi 😀 Dan juga sedikit saran, sembunyikan NIK dan Nomor KK agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Semoga bermanfaat artikel tentang Sisi Negatif dan Positif Registrasi SIM Card.

About Jun Setyawan

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *