Home - Download Makalah - Download Contoh Makalah Etika Bisnis

Download Contoh Makalah Etika Bisnis

Download Contoh Makalah Etika Bisnis – Menciptakan Bisnis Yang Adil. Sebagai mahasiswa membuat makalah adalah hal yang tidak asing lagi. Untuk menyusun sebuah makalah dapat berasal dari berbagai sumber, misalnya buku dan internet. Di bawah ini ada contoh makalah yang mungkin berguna untuk Anda.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar BelakangBisnis adil sebagai anak kandung dari gerakan ’anti’ perdagangan bebas (free trade) ternyata hanya menarik didiskusikan para penggiat LSM namun menjadi sebuah ketidakjelasan di kalangan pelaku bisnis. Bahkan dari sudut nama – fair trade – nyaris tidak terdengar dan terasa asing bagi pelaku bisnis. Bukankah dalam perbincangan-perbincangan bisnis, ulasan bisnis, referensi bisnis hingga yang paling sederhana, katalog bisnis, bisnis adil bisa dikatakan tidak pernah disinggung oleh para pelaku bisnis?

Kita semua menyadari bahwa keuntungan adalah motivasi bisnis. Namun kita juga harus menyadari bagaimana memperoleh keuntungan itu, apakah etis atau tidak. Keuntungan yang dicapai dengan cara yang curang, secara tidak adil, dan bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan martabat kemanusiaaan, tidaklah etis. Keadilan bisnis juga “membatasi” besarnya keuntungan, sebatas yang wajar dan tidak merugikan pelanggan. Kewajaran merupakan ukuran yang relatif, tetapi harus senantiasa diupayakan. Bisnis yang adil juga mengatur bagaimana keuntungan digunakan. Meskipun keuntungan merupakan hak, tetapi penggunaannya harus pula memperhatikan kebutuhan dan keadaan masyarakat sekitarnya.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan bisnis yang adil ?
2.      Apa saja macam-macam keadilan dalam berbisnis ?

1.3  Tujuan
1.      Mengetahui bisnis yang adil
2.      Mengetahui macam-macam keadilan dalam berbisnis

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Berbisnis yang adil adalah kegiatan bisnis yang dilakukan dengan watak yang luhur, tidak melanggar nilai-nilai, dan berlandaskan pada apa yang telah menjadi norma dan nilai yang telah dipahami bersama. Keadilan diberlakukan terhadap semua pihak yang terlibat dalam bisnis, diantaranya karyawan, stakeholder, konsumen, serta masyarakat. Bisnis adil adalah suatu bentuk etika bisnis. Etika yang mempertanyakan, “Bagaimana kondisi pekerja, bagaimana barang dibuat, bagaimana pula barang diperdagangkan.” Fair trade juga ‘gerakan konsumen’ sebab tanpa ada konsumen tidak akan ada transaksi. Peranan konsumen yang secara kritis dan peduli terhadap nasib para pekerja, produsen maupun lingkungan hidup, akan mendorong terwujudnya bisnis adil. Adil untuk para pekerja dalam mendapatkan upah dan kondisi kerja yang layak. Adil untuk para produsen untuk mendapatkan harga dan keuntungan yang wajar. Adil untuk lingkungan agar mendapat perlindungan yang cukup. Adil untuk konsumen agar mendapat produk yang baik, kualitas sesuai yang dibayar dan tidak membahayakan kesehatan.

Di dalam dunia nyata, bisnis yang selalu berbicara tentang efisiensi, kecepatan, ketepatan, kesederhanaan, dan terbaik, kelihatannya cita-cita dari bisnis adil akan mendapat kesulitan. Dalam hal ini bukan berarti bisnis mengesampingkan nilai-nilai keadilan. Hanya ada perbedaan sederhana namun sifatnya mendasar. Bisnis berbicara memandang sesuatu berdasarkan tujuan utama dan manfaatnya, bisnis adil berbicara ideal. Bisnis dikejar-kejar persaingan demi keuntungan, bisnis adil sejalan dengan norma-norma keadilan bagi semua.

2.2 Macam – macam keadilan dalam berbisnis

A.    Keadilan terhadap Masyarakat

Berdirinya perusahaan apalagi yang berupa manufaktur tentu akan memberikan dampak terhadap kepada masyarakat sekitar. Baik itu positif atau negatif. Contohnya lalu larang kendaraan perusahaan dan bahan baku tentu akan mengganggu masyarakat yang biasa tenang dan nyaman. Tentu masyarakat merasa tidak adil terhadap hal ini.

Disinilah fungsi perusahaan sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab sosial diharapkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyediakan sarana kesehatan bagi masyarakat sekitar, menyediakan kuota karyawan yang berasal dari daerah sekitar perusahaan, dan terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Dengan begini tanpa disadari umpan balik dari perlakuan ini tentu juga akan dirasakan oleh perusahaan.

B.     Keadilan terhadap Pesaing

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya pesaing kita akan terhambat dalam melakukan kegiatan bisnis. Tapi disisi lain dengan adanya pesaing perusahaan kita akan tumbuh menjadi perusahaan yang kreatif dan selalu menciptakan inovasi agar menang dalam persaingan merebut pelanggan.

Persaingan adalah “adrenalin” -nya bisnis. Ia menghasilkan dunia usaha yang dinamis dan terus berusaha menghasilkan yang terbaik. Namun persaingan haruslah adil dengan aturan-aturan yang jelas dan berlaku bagi semua orang. Memenangkan persaingan bukan berarti mematikan saingan atau pesaing. Dengan demikian persaingan harus diatur agar selalu ada, dan dilakukan di antara kekuatan-kekuatan yang kurang lebih seimbang.

C.    Keadilan terhadap Pelanggan

………………………

D.    Keadilan terhadap Pemegang Saham dan Pemerintah

………………………

 


Silakan DOWNLOAD untuk lebih lengkap dan jelas
WARNING !!!

MAKALAH INI HANYALAH SEBUAH CONTOH SEBAGAI DASAR MENYUSUN MAKALAH. ISI MAKALAH INI DI LUAR TANGGUNG JAWAB KAMI. TERIMA KASIH


About Jun Setyawan

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *