Home - Software - Apa Tujuan Pencurian Data dan Sosial Media Di Internet ?

Apa Tujuan Pencurian Data dan Sosial Media Di Internet ?

Apa Tujuan Pencurian Data dan Sosial Media Di Internet ? Baru-baru ini heboh karena terjadi pencurian data user tokopedia. Awal mula dari hebohnya berita ini adalah dijualnya akun 15 juta pengguna tokopedia di darkweb.

Tentu hal ini membuat heboh. Hal ini karena masyarakat di Indonesia banyak yang menggunakan tokopedia sebagai salah satu sarana jual beli terbesar di Indonesia. Dari beberapa artikel yang saya baca hacker yang menjual data pengguna ini masih belum bisa sepenuhnya memiliki data akun tersebut. Karena password terenkripsi dan sulit untuk dipecahkan. Jadi tenang saja jika Anda memiliki akun di Tokopedia. Namun sebaiknya ganti password seunik mungkin.

Baca juga :  Apa Itu XAMPP Software Untuk Programmer

Pencurian Data Di Internet Apa Tujuannya ?

Keamanan Data di internet merupakan hal yang sangat penting. Hal ini terkait data diri sobat. Jika data diri sobat sampai jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab maka ada resikonya. Bisa saja digunakan untuk hal-hal yang sifatnya negatif.

Contohnya saja. Jika data diri sobat digunakan untuk meminjam uang secara online oleh orang tidak bertanggung jawab maka Sobat yang diburu oleh pihak bank dan orang yang melakukan peminjaman tersebut dengan mudah akan menghilang.

Hal yang lebih berbahaya lainnya adalah terkait akun keamanan bank. Jika memiliki akun perbankan sebaiknya hati-hati. Tapi kalau tidak saldo nya tidak masalah. Hahaha. Jika Anda ceroboh terhadap data diri di internet bisa saja hal itu menjadi celah untuk menguras rekening Anda.

Baca juga :  Cara Cepat Mencari File di Windows

Apa Tujuan Pencurian Data dan Sosial Media Di Internet

Apa Tujuan Pencurian Data dan Sosial Media Di Internet ?

Hal lainnya yang pernah terjadi adalah pembobolan akun sosial media. Seperti facebook dan instagram. Apa tujuannya dari pembobolan akun sosial media ? Tentu tujuannya untuk mendapatkan keuntungan. Ada kalanya orang mengambil foto dari sosial media anda dan menyamar sebagai anda dengan akun baru. Kemudian menghubungi yang sekiranya Anda kenal kemudian meminta transfer uang atau pulsa.

Namun ada juga akun facebook yang diperjual-belikan untuk hal tertentu. Biasanya semakin tua akun dan pertemanannya semakin aktif dan banyak maka akan semakin mahal. Tujuan akun ini biasanya digunakan untuk jual beli produk.

Kalau instagram lain lagi. Biasanya akun yang dibobol ini digunakan untuk dijual kembali. Dijual kembali ? Betul, akun yang ter-hack ini biasanya akan berubah username dan emailnya. Semakin banyak follower dan semakin tua akunya (pembuatan sudah bertahun-tahun) maka akan semakin mahal. Kemudian pembeli akun yang sudah dihack ini akan digunakan untuk hal lainnya. Bisa saja untuk jualan, atau diaktifkan kembali dan membuka promosi berbayar.

Jika Anda pernah membali akun instagram yang follower banyak bisa jadi itu akun hasil pembobolan 😀 Tapi bisa juga akun tersebut hasil asli atau real buatan dan dijual karena tidak sempat mengurusnya.

Kemudian data diri dari marketplace yang telah dibobol digunakan untuk apa ? Tentu mirip dengan pembobolan akun sosial media di atas. Yakni mengambil keuntungan. Bisa digunakan untuk menguras rekening, bisa digunakan untuk menipu dan hal lainya.

Baca juga :  Cara Ampuh Menghemat Kuota Internet di Android Agar Tidak Boros

Cara Mengamankan Akun Di Internet

Kemajuan teknologi semakin hari semakin cepat. Begitu juga terkait keamanan data di internet. Banyak para pakar telah berusaha menutup celah-celah keamanan. Dan sebaiknya kita harus menggunakan trik atau cara yang efektif agar akun kita semakin aman. Berikut ini beberapa tips dan trik agar tetap aman berselancar di dunia maya.

  1. Gunakan password yang unik. Unik disini merupakan kombinasi antara huruf, angka dan juga simbol-simbol. Unik namun tetap mudah anda ingat. Bisa juga menggunakan nama tempat Anda bertemu pertama kali dengan pasangan Anda 😀 kalau belum punya pasangan ya gimana lagi 😀
  2. Sering mengganti password secara berkala. Misalnya sebulan sekali ganti password atau seminggu sekali.
  3. Jangan mudah menginstal aplikasi di laptop dan komputer atau smartphone. Hal ini tujuannya agar melindungi perangkat anda dari penyadapan yang mana tujuannya untuk mengambil data dari smartphone, laptop dan komputer. Selalu cek secara berkala aplikasi-aplikasi anda, karena kadang tanpa sengaja aplikasi “menempel” begitu saja.
  4. Gunakan OTP (One Time Password) merupakan password yang diberikan oleh sistem ketika login. Biasanya di marketplace disediakan fitur ini. Jadi setiap masuk atau login akan diminta kode PIN (Personal Identification Number) yang dikirim ke nomor Anda
  5. Jangan sampai kehilangan nomor anda. Pastikan aktif dan tidak hangus, hal ini tujuannya nomor anda tidak dimiliki orang lain.
  6. Email jangan sampai lupa password. Banyak orang meremehkan email sampai-sampai lupa password email. Hal ini berbahaya jika sampai terkait akun berharga anda.
Baca juga :  Mengapa Kursor Muouse Miring

Cara Cek Status Pembobolan Akun

Untuk melakukan pengecekan akun anda yang menggunakan email gunakan cara ini. Silakan kunjungi https://monitor.firefox.com/ dan kemudian masukkan email anda, maka akan muncul data apakah email Anda pernah di hack atau dibajak. Termasuk cek status akun Anda di Tokopedia kemarin yang sempat heboh.

Kiranya cukup itu tentang keamanan data di internet. Ada banyak hal lain terkait keamanan data di internet. Namun kiranya tulisan di atas mampu mengingatkan Anda bahwa harus tetap waspada dan hati-hati menggunakan data di internet. (Capek nulis woy, sudah lama tidak ngetik artikel 😀 Hahaha)

About Jun Setyawan

Aku tak sebaik yang kau ucapkan tetapi aku juga tak seburuk yang terlintas di hatimu (Ali Bin Abi Tholib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *