Biografi Prof. Dr. KH. Abdul Ghofur - Sang Kiai Seribu Solusi

Diposkan oleh jun setyawan on Jumat, 22 Maret 2013




DR. KH Abdul Ghofur
Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat

Keberadaan sebuah Pondok Pesantren tidak dapat dipidahkan dari tokoh pendidirnya, begitu juga dengan lahirnya Pondok Pesantren Sunan Drajat tidak terlepas dari tokoh pendirinya yaitu Dr. KH Abdul Ghofur.
Sejarah Pondok Pesantren Sunan Drajat bermuara dari rasa trenyuh KH. Abdul Ghofur melihat kondisi masyarakat desa Banjaranyar yang kala itu dalam keadaan memprihatinkan, serta niat yang kuat untuk membangun kembali bekas-bekas surau dan pawiyatan Sunan Drajat dalam mengajarkan agama Islam kepada murid-muridnya.

Masa kecil dan pendidikan

Abdul Ghofur lahir tahun 1951 di Dusun Banjaranyar Desa Banjarwati Kecamatan Paciran lebih dari 27 km dari kota Lamongan dari pasangan H. Martokan dan Ibu Hj. Siti Kasiyani. Masa kecil Abdul Ghofur sebagimana umumnya anak-anak kecil pada masa di desa, hanya yang berbeda dari beliau adalah kemauan keras dan kederwanannya yang sudah terlihat sejak kanak-kanak pendidikan dasarnya ditempuh di TK Tarbiyatut Tholabah Kranji pada tahun 1956 selama 2 tahun, kemudian masuk sekolah dasar juga di Desa Kranji pada waktu pagi, serta sore harinya beliau belajar di madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatut Tholabah Kranji, begitu juga dengan Madrsah Tsanawiyahnya juga di tamatkan di Tabah(Tarbiyatut Tolabah) Kranji, baru tahun 1965 beliau melanjutkan Sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Denanyar Jombang hingga tamat. setelah menyelesaikan penddidikannya dari Denanyar beliau melanjutkan ke Pondok Pesantren Kramat dan Pondok Pesantren Sidogiri yang kedua-duanya berada di Kota Pasuruan antara tahun 1965-1969. Kemudian beliau melanjutkan pengembaraannya ke Pondok Pesantren Sarang di bawah asuhan KH. Zubair selama 1 tahun, di pesantren inilah beliau mendalami ilmu alat/nahwu shorof serta kajian-kajian fiqih.
Pengembaraan dan rasa haus akan ilmu belum berakhir, kemudian beliau masuk ke Pondok Pesantren Lirboyo, Pesantren Tretek (K.H Ma'ruf Zuwaini), dan Pesantren Roudhotul Qur'an (K.H Asy'ary) Kediri pada tahun 1970-1975. Di Pesantren yang ada di Kediri inilah beliau mempelajari dan mendalami beberpa olmi yang mengkaji ketabiban/pengobatan dan juga tak ketinggalan ilmu bela diri. Disamping di pesantren-pesantren tersebut KH. Abdul Ghofur juga banyak belajar kepada beberapa guru yang ada di sekitar daerah pesantren disaat waktu tenggang. Dan masih banyak lagi pesantren yang pernah di singgahi beliau dalam pencariannya, salah satunya adalah Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Situbondo.

Abdul Ghofur Muda, Pemuda yang pemberani dan kreatif

Masa belajar di Pesantren sangat berpengaruh pada pembentukan mental dan kreatififas beliau. Selepas dari pesantren beliau tidak berdiam diri saja, melainkan beliau mulai mengajar di Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah di almamaternya yaitu Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji. Selain sebagai pengajar Abdul Ghofur Muda juga aktif dalam gerakan kemasyarakatan dan keagamaan di tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Keberhasilan beliau dalam berorganisasi, terutama dalam pendidikan dapat dilihat pada kepemimipinan beliau di lembaga Pendidikan MI Al-Mu'awanah selama 2 tahun.

Kiprah DR. KH. Abdul Ghofur


Disamping aktif di lembaga pendidikan KH. Abdul Ghofur juga aktif di dunia politik; budaya, program perbaikan lingkungan darat, laut dan kepedulian beliau pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan terutama peningkatan taraf hidup kaum petani, buruh dan nelayan serta perbaikan pendidikan pada anak-anak mereka, hal ini terlihat dari ide beliau untuk mengakomodasi kepentingan pendidikan anak-anak kurang mampu yang ada di Pondok Pesantren Sunan Drajat.
Keaktifan beliau di program perbaikan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang disebut terakhir ini; beliau banyak menggagas program penanaman tanaman umbi-umbian dan tanaman obat baik secara ekstensif maupun dengan pola intensif. Dan satu hal yang efisien yang menggembirakan adalah keberhasilan beliau dalam mengembangkan tanaman mengkudu sekaligus dengan pengelolaanya yang hampir dilupakan oleh para petani, terutama di daerah Lamongan. Selain itu pengasuh juga mendirikan beberapa  perusahaan yang memproduksi pu¬puk phospat, dolomite dan Npk, yang tergabung dalam konsorsium Industri Pondok Pesantren Sunan Drajat. Tujuan dari semua usaha diatas adalah dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakat menengah kebawah, terutama yang,berdomisili dilingkungan sekitar pesantren. Dengan adanya perusahaan dan industri pesantren, maka dapat memberikan lapangan kerja serta secara otomatis meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Kepedulian kepada sesama ini tidak lepas dari pendidikan yang ditanamkan oleh ayahadanya yang selalu berpesan agar memperhatikan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Semua yang telah menjadi usaha-usaha pengasuh dalam banyak hal dijalankan dengan tidak semudah membalikan tangan, tapi dilalui dengan perjuangan yang sangat melelahkan dan pengorbanan baik materiel maupun ide-pemikiran. Dalam melangsungkan perjuangannya, pengasuh yang sangat demokratis ini senantiasa bekerja sama dengan unsur pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Hubungan lintas departemen seperti Departemen Pertanian, Departemen Industri dan Perdagangan, Departemen Kelautan den Perikanan merupakan mitra perjuangan aktif dalam mewujudkan obsesi besarnya. Pengakuan keberhasilan perjuangan beliau bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga dari lembaga pendidikan Internasional. Dalam lingkup dalam  negeri, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi dan Informasi Pondok. Pesantren Berbasis Agribisnis, se-Indonesia. Sedang pengakuan prestasi Internasional berupa pemberian gelar Doktor Honoris Cause di bidang Ekonomi Kerakyatan dari American Institute of Management Hawaii, Amerika.
Selain dari hal diatas beliau juga mengimplementasikan sebuah gagasan berskala nasional dalam memberdayaan ekonomi kerakyatan dengan terbentuknya lembaga mandiri yang mengakar di masyarakat (LM3) melalui pengembangan usaha agribisnis yang difasilitasi oleh Forum Komunikasi Dan Informasi Pesantren Berbasis Agribisnis. Dan sebagai, respon positif pemerintah, pada tanggal 15 Mei 2004 diselenggarakan kegiatan ceremonial berupa pencanangan program aksi pemberdayaan LM3 oleh Presiden RI Megawati Soekarno Putri di Pondok Pesantren Sunan Drajat. Kegigihan Beliau dalam memperjuangkan eksistensi pesantren merupakan jawaban atas obsesi besar yangg diusung guna membangun sebuah pesantren, dimana para santri tidak hanya dapat menghadapi arus budaya global, tetapi yang lebih urgen adalah dapat mewarnai di tiap lini kehidupan masyarakat.

Like This Like This !!!

×

Powered By Santri Drajat and Get This Widget