Lebih Dekat Dengan Linux - Download Perintah Dasar Linux PDF

Diposkan oleh jun setyawan on Kamis, 04 September 2014

Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/) adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.


Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox),telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.

Download Perintah Dasar Linux PDF
Read More Lebih Dekat Dengan Linux - Download Perintah Dasar Linux PDF

Kemiri Sunan, Tanaman Langka Sumber Bahan Bakar Alternatif

Diposkan oleh jun setyawan on Selasa, 02 September 2014

LAMONGAN – Wakil Menteri Pertanian Dr. Rusman Heriawan dan Wakil Menteri ESDM Prof. Widjajono Partowidagdo beserta Staf Khusus Presiden Bidang Keamanan Pangan dan Energi Jusuf Wangkar berkunjung ke Pesantren Sunan Drajat di Paciran, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (11/3/2012).
Rombongan yang didampingi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono, Kepala Puslitbang Perkebunan Dr. Moch Syakir, Kepala Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat Ir. Mastur, dan para peneliti terkait bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan budidaya dan pemanfaatan kemiri sunan yang telah dilakukan oleh pesantren tersebut.
Kemiri sunan merupakan salah satu jenis tanaman yang mengandung minyak nabati yang potensial sebagai bahan baku biodiesel. Jenis kemiri Reutealis trisperma ini dikembangkan oleh warga negara yang berasal dari Cina di daerah Tanggerang untuk memenuhi kebutuhan minyak Tung Oil pada abad ke 18. Minyak Tung Oil ini digunakan masyarakat sebagai bahan pengawet kayu terutama pada kapal-kapal phinisi.
Kemiri ini dapat dibudidayakan pada berbagai jenis tanah yang memiliki drainase baik, ketinggian tempat maksimum 700 m di atas permukaan laut, memiliki iklim dengan musim kemarau yang tegas (bulan kering 3-4 bulan) dan curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Jenis kemiri ini mulai berproduksi pada umur lima sampai 80 tahun dengan poptensi produksi biji kering pada kisaran 80 – 125 kg/pohon/tahun setara 8 – 12,5 ton/ha/tahun. Jika dijadikan minyak kasar dapat menghasilakan 3,2 – 5 ton minyak kasar/ha/tahun.
Pengolahan minyak kasar menjadi biodiesel telah dapat dilakukan dengan teknologi esterifikasi maupun transesterifikasi yang efisien dengan rendemen biodiesel mencapai 87%, sisanya berupa gliserol. Hasil penelitian terhadap pemanfaatan mesin diesel menunjukkan biodiesel dari kemiri sunan sebanyak satu liter menghasilkan satu daya tarik air sebanyak 3 jam menggunakan mesin diesel statis berbeda dengan minyak jarak pagar yang hanya mampu selama 1½ jam sedangkan solar hanya 1 jam.
Hasil uji kinerja minyak kasar kemiri sunan pada kompor minyak nabati Protos-2 menghasilkan efisiensi panas pembakaran minyak cukup tinggi yakni 48-52% hampir mendekati efisiensi kompor elpiji 56%. Disamping sebagai bahan baku biodiesel, minyak sunan ini dapat pula diproses sabagai bahan baku untuk pembuatan vernis, cat, bahan pengawet, tinta, bio-pestisida dan lain-lain.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun) dalam hal ini Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (BALITTRI) telah melakukan penelitian kemiri sunan pada beberapa bidang seperti pemuliaan, teknologi budidaya, pengendalian hama/penyakit, teknologi prosesing biodiesel serta turunannya (briket, biogas, sabun dan pupuk organik).
Dalam perkembangannya, pesantren Sunan Drajat di Jawa Timur juga telah memperkenalkan kemiri ini untuk pembuatan biodiesel. Pengembangan ini menginspirasi penanaman kemiri tersebut dengan sebutan kemiri sunan.
source : litbang deptan
Read More Kemiri Sunan, Tanaman Langka Sumber Bahan Bakar Alternatif

KEMIRI SUNAN (ALEURITES TRISPERMA BLANCO)

Diposkan oleh jun setyawan

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus menerus dilanda bencana yang apabila dicermati bencana tersebut bersumber dari masalahan lingkungan dan penanganan yg salah. Banjir, gelombang pasang, longsor dan kekeringan sudah menjadi tradisi bencana tahunan yang tidak pernah selesai bahkan tiap tahun makin bertambah buruk . Bencana-bencana itu merupakan akibat dari Pemanasan Global. Pemanasan global yang meresahkan negara-negara diseluruh dunia antara lain disebabkan oleh kelebihan karbondioksida (CO2) di udara yang merupakan sisa-sisa pembakaran,dan itu merupakan dampak dari hilangnya sebagian besar hutan dunia yang pohon-pohonya menyerap karbondioksida tersebut, sehingga suhu meningkat dan gunung es mencair. Kita sadar pentingnya keberadaan pohon dan hutan untuk mengatasi bahaya dari dampak pemanasan global, dan untuk mengantisipasi hal tersebut upaya pelestarian hutan dan penanaman pohon sebanyak-banyaknya dan mengembalikan hutan mangrove harus merupakan aksi konkret dari agenda kegiatan lingkungan hidup. 

Dijelaskan dalam Canopy.org (2006), setiap pohon yang tertanam mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Satu pohon yang besar mampu menghasilkan persediaan oksigen (O2) untuk 4 orang per hari. Jumlah pohon yang tertanam dalam area 4.000 m2 mampu menyerap karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh kendaraan yang berjalan sejauh 26,000 mil, mampu memindahkan sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (N0) (dua komponen utama dari hujan asam dan polusi ozon), Selain itu pohon dapat menurunkan debu dan asap rokok hingga 75% pada area yang dinaungi pohon, mengurangi panas dan temperatur di wilayah perkotaan sebanyak 90C dimana penguapan dari satu pohon dapat menghasilkan efek pendinginan yang senilai dengan sepuluh alat pendingin yang beroperasi 20 jam sehari. 

 Penelitian juga menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di perkotaan berpengaruh pada kemampuan memperlambat denyut jantung, mengurangi tekanan darah tinggi, membuat rasa relax pada pikiran, mengurangi 40% polusi suara oleh kebisingan yang dapat mempengaruhi hipertensi, peningkatan kolesterol, sifat cepat marah dan perilaku agresif serta warna hijaunya membuat tenang dan membantu pemulihan mata secara cepat dari ketegangan. 

Sejak tahun 2003, upaya rehabilitasi lahan kritis di indonesia hanya mampu menjangkau 600.000-an hektar. Sementara saat ini lahan kritis di Indonesia mencapai 59,2 juta hektar (Kompas, 14 Juli 2007). 


Selain masalah bencana, Indonesia dihadapkan pada masalah cadangan minyak bumi andalan export kita yang kian menipis dan makin tingginya kebutuhan pemenuhan BBM dalam negeri yang harus diimpor dan hal itu kini menjadikan Indonesia sebagai net importer. Konsumsi BBM oleh masyarakat secara nasional masih sangat dominan (63%), tingginya ketergantungan masyarakat terhadap BBM impor tersebut menimbulkan beban anggaran yang memberatkan negara, karena biaya subsidi harus terus diberikan untuk mempertahankan harga jual yang terjangkau oleh konsumen, namun akibatnya menimbulkan problem psikologis, yaitu restriksi dari publik manakala fasilitas subsidi dicabut. 

Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa menggali sumber-sumber energi nabati yang terbarukan. Di negara beriklim tropis ini kita punya beberapa jenis tanaman yang memenuhi kriteria sumber energi terbarukan tersebut. Mengingat kita punya dua masalah diatas, maka harus ada pilihan yang mampu mengatasi kedua masalah tersebut, yaitu mengatasi lahan kritis sekaligus menghijaukan kembali serta dapat menghasilkan energi terbarukan. Pemilihan jenis tanaman tersebut merupakan titik temu antara kedua kepentingan tersebut. Selama ini penyelesaian yang dilakukan masih bersifat parsial, misalkan dengan kelapa sawit atau jarak pagar untuk pemenuhan energi nabati, namun kurang sesuai untuk penghutanan kembali. Demikian juga dengan solusi rehabilitasi lahan kritis, misalnya dengan jati, mahoni atau akasia yang justru memancing untuk ditebang lagi karena kayunya akan dicuri. 

Solusinya adalah dengan menanam pohon yang dapat dijadikan tanaman KONSERVASI dan dapat menghasilkan ENERGI ALTERNATIF.

Read More KEMIRI SUNAN (ALEURITES TRISPERMA BLANCO)

Like This Like This !!!

×

Powered By Santri Drajat and Get This Widget