Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Shalat

Diposkan oleh jun setyawan on Kamis, 16 Oktober 2014


Shalat dalam pengertian bahasa adalah doa, dan doa, menurut Nabi, seperti diriwayatkan oleh Turmudzi, adalah inti ibadah. Dalam al-Qur'an, perintah shalat (melaksanakan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam) selalu didahului oleh kata aqim atau aqimu. Kata aqima biasa diterjemahkan "mendirikan" . Terjemahan ini sebenarnya kurang tepat. Menurut al-Qurthubi dalam tafsirnya, aqimu terambil dari kata qama yang berarti "berdiri". Tetapi kata itu lebih tepat jika diartikan "bersinambung dan sempurna". Mak­nanya, melaksanakan dengan baik, khusyu' dan bersinambung sesuai dengan syarat-syaratnya. Sedangkan kata shatat sendiri mempunyai tiga makna.Pertama, berarti curahan rahmat bila pelakunya adalah Allah. Kedua, berarti permohonan ampunan bila pelakunya adalah para malaikat. Ketiga, berarti doa bila pelakunya adalah makhluk, seperti manusia.
 
Shalat disebutkan, dengan berbagai macam derivasi (kata turunan)-nya, sebanyak 99 kali dalam al-Qur'an. Ini mengingat­kan kita pada banyaknya asmaul husna atau nama-nama indah Tuhan2. Kata shalnt sendiri terulang sebanyak 67 kali, suatu bi­langan prima, dengan indeks ke-19.
 
Shalat telah lama diperkenalkan sejak zaman nabi-nabi sebelum Muhammad saw dengan cara masing-masing. Dalam al-Qur'an tercatat, pertama kali permintaan untuk "mendirikan shalat" yaitu ketika Nabi Ibrahim as berdoa. la tidak meminta kekayaan dan kesehatan, tetapi sesuatu yang lain.
 
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku". (Ibrahim 14 :40).
 
Dalam al-Qur'an, konfirmasi kewajiban shalat lima kali sehari tercatat seperti dalam surat-surat berikut: subuh (an-Nur [24]: 58); subuh, zhuhur dan isya' (al-Isra' 17 : 78); ashar (al­Baqarah 2 : 238); maghrib (Hud 11 : 114); isya' (an-Nur 24 : 58). Sedangkan kewajiban shalat Jum'at bagi orang-orang ber­iman dicatat dalam Surat al-Jumu'ah ayat 9.
 
Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Shalat
 
Konfirmasi struktur bilangan prima dalam shalat diketahui melalui berbagai cara dan metode yang tidak lepas dari struktur utama al-Qur'an yang diketahui sebelumnya:
1.    Angka 5 (kewajiban shalat dalam satu hari) dan 17 (jumlah rakaat) adalah bilangan prima. Angka 17 adalah bilangan prima kembar, pasangan bilangan 19.

2.    Digit tiap rakaat sembahyang merupakan cerminan kodeti­fikasi angka 19, dengan jumlah tetap 17, dimulai dari awal yaitu subuh.
 
24434 = 19 x 7286, di mana: 2 + 4 + 4 + 3 + 4 = 1 + 2 + 8 + 6 = 17
 
Kita berpikir, barangkali satu-satunya, yakni mendapatkan satu deretan bilangan terdiri dari 5 angka yang jumlahnya merupakan bilangan prima kembar (17), dan hasilnya pun merupakan kelipatan dari pasangannya (19).
Shalat adalah komunikasi langsung dan privat dari manu­sia dan jin kepada Rabbi, "berkesinambungani" atau aqimu, clan dengan cara yang benar.
Dalam bahasa kriptogram Frank Drake: shalat ditunjukkan dalam bentuk kode 24434 bits informasi, hasil dari produk bilangan prima kembar 19 dengan koefisien 1286. Cara pertama, informasi disusun dalam 1286 baris; dengan tiap baris memuat 19 karakter. Cara kedua lebih rumit, berbeda de­ngan pesan Arecibo, informasi shalat merupakan produk 3 bilangan prima, yaitu 19, 2, dan 643 (prima kembar). Dengan demikian,1286 baris informasi bisa di-enkripsi Lagi dengan 643 sub-baris; tiap sub-baris memuat 2 bits, kode biner "1" dan "0". Tetapi bentuk seperti ini belum terba-yangkan; kripto dalam 3 dimensi (x, y dan z). Bentuk komunikasi di atas adalah bentuk komunikasi dasar terting­gi di alam semesta, yang dikodekan dalam bilangan prima kembar dan kode biner. Informasi ditransmisikan 5 kali se­hari, dalam bentuk segmen yang "berkesinambungan" dan dibaca dari kanan ke kiri.

3.    Kata shalat yang ke-19 dari 99 kali penyebutan, diletakkan dalam urutan surat dan ayat yang ke-17. Surat al-Maidah ayat 103, menyebutkan 3 kata shalat, untuk yang ke-18,19, dan 20.

TABEL 10.1 SURAT DAN AYAT YANG MENYEBUTKAN
KATA SHALAT, SAMPAI URUTAN KE-17

No No Surat Nama Surat No Ayat Jumlah Kata Shalat
1 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 3 1
2 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 43 1
3 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 45 1
4 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 83 1
5 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 110 1
6 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 125 1
7 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 153 1
8 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 157 1
9 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 177 1
10 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 238 2
11 2 AI-Baqarah (Sapi Betina) 277 1
12 3 Ali 'Imran (Keluarga 'Imran) 39 1
13 4 An-Nisa' (Wanita) 43 1
14 4 An-Nisa' (Wanita) 77 1
15 4 An-Nisa' (Wanita) 101 1
16 4 An-Nisa' (Wanita) 102 1
17 4 An-Nisa' (Wanita) 103 3
(kata yg ke 19)

TABEL 10.2KODETIFIKASI 17 AYAT, DI MANA
KATA ALLAH BERTEMU DENGAN KATA SHALAT

No Nama surat No. Ayat Allah Shalat
1 AI-Baqarah (2) 83 1 21 1 19
2 AI-Baqarah (2) 177 1 20 1 18
3


 
An-Nisa' (4)


 
103
(kata shalat ke-19)

 
1


 
19
(kata Allah ke-19)

 
3


 
17 (kata Shalat ke
17 berdampingan
dengan kata Allah)
4 An-Nisa' (4) 142 1 18 1 14
5 AI-Maidah (5) 12 2 17 1 13
6 AI-Maidah (5) 55 1 15 1 12
7 AI-Maidah (5 91 1 14 1 11
8 At-Taubah (9) 18 2 13 1 10
9 At-Taubah (9) 54 1 11 1 9
10 Thaha (20) 14 1 10 1 8
11 AI-Haj (22) 35 1 9 1 7
12 AI-Haj (22) 78 1 8 1 6
13 An-Nur(24) 27 1 7 1 5
14 Fathir (35) 29 1 6 1 4
15 AI-Mujadilah (58) 13 1 5 1 3
16 AI-Muzzammil (73) 20 3 4 1 2
17 AI-Bayyinah (98) 1 1 1 1 1
Jumlah 19 -

4.    Kodetifikasi juga ditunjukkan dengan bentuk 17 ayat per­temuan kata Allah dengan kata shalat dalam al-Qur'an.3 Dalam 17 ayat tersebut terdapat 19 kata shalat.

5.    Kata shalat ke-19 dari urutan belakang; di surat 2 ayat 83 berhubungan dengan struktur kalimat basmallah, dan struk­tur surat-surat fawatih. Ayat tersebut "kebetulan" terdiri dari 29 kata. Enkripsi terlihat bila nomor surat, ayat, dan banyaknya kata dalam ayat dijumlahkan:

2 + 83 + 29 = 114 atau (19 x 6)
 
Muhammad saw kembali dari perjalanan malam, Isra' Mi'raj, dengan petunjuk Ilahi yang tegas tentang kewajiban shalat:17 rakaat sehari. Kewajiban ini diketahui oleh kaum Mus­lim dari generasi ke generasi. Barangkali yang tidak diketahui adalah bahwa bilangan 17 ini "dikodekan" dalam nomor Surat al-Isra', yaitu nomor 17.


Read More Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Shalat

Cerita Dalam Perjalanan

Diposkan oleh jun setyawan on Minggu, 21 September 2014

Seorang pemuda terpelajar sedang bepergian dengan naik pesawat dari Surabaya ke Jakarta. Di kursi sampingnya duduklah seorang ibu separuh baya dengan pakaian sederhana. Untuk memecahkan keheningan, si pemuda menyapa dan mengajak ibu itu ngobrol.

“Ibu, ada acara apa ke Jakarta?” 

“Oh, saya ke Jakarta untuk “connecting flight” ke Singapura, dik. Mau menengok anak saya yang kedua. Dia bekerja di sana” jawab si Ibu.

“Wah, hebat sekali putra ibu” Karena rasa ingin tahu yang besar, si pemuda mulai mengorek informasi lebih dalam tentang ibu dan keluarganya itu.



“Kalau saya tidak salah dengar, anak yang di Singapura itu anak kedua ya, Bu? Lalu di mana dengan kakak dan adik-adiknya?”

“Oh ya, anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat bekerja di perkebunan di Lampung. Yang kelima arsitek di Jakarta. Yang keenam menjadi kepala cabang bank nasional di Purwokerto dan yang ketujuh menjadi dosen di sebuah PT terkemuka di Semarang” jelas sang ibu.

Pemuda itu benar-benar takjub, bagaimana sang ibu bisa mendidik anak-anaknya dengan baik.

Tapi pemuda itu kemudian bertanya, “Lho, yang pertama di mana bu?”

Sambil menghela nafas panjang, si ibu menjawab, “Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, Nak. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar” jawab ibu dengan mata yang menerawang.

“Eh, maaf bu ya, sepertinya ibu agak kecewa dengan anak yang pertama. Karena adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia hanya seorang petani”

Lebih takjub lagi sang pemuda ketika mendengar jawaban sang ibu… dengan tersenyum ibu itu menjawab,

“Oooh, tidak begitu nak, justru saya PALING BANGGA dengan anak pertama saya. Karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani, dia pula yang memotivasi adik-adiknya untuk terus berprestasi di pendidikannya hingga dapat meraih beasiswa ke pendidikan tinggi”

Pemuda itu terbengong….

Sahabat, semua orang di dunia ini begitu penting, apapun posisinya. Kadang seseorang yang terlihat remeh ternyata memiliki sesuatu yang luar biasa, jasa yang amat menentukan yang kadang di luar dugaan kita….

Maka, yang paling penting bukanlah SIAPAKAH KAMU? tetapi APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN UNTUK ORANG LAIN
Read More Cerita Dalam Perjalanan

Lebih Dekat Dengan Linux - Download Perintah Dasar Linux PDF

Diposkan oleh jun setyawan on Kamis, 04 September 2014

Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/) adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.


Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox),telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.

Download Perintah Dasar Linux PDF
Read More Lebih Dekat Dengan Linux - Download Perintah Dasar Linux PDF

Like This Like This !!!

×

Powered By Santri Drajat and Get This Widget